New Videos from Youtube

Gempa Berkekuatan 6,2 SR Berpusat di Bener Meriah dan Takengon Aceh



Published on Jul 2, 2013
"Gempa Aceh" 2 Juli 2013 berpusat di "Bener Meriah" dan "Takengon Aceh Tengah"
Liputan dan berita langsung Gempa Aceh di Bener Meriah.

Gempa kuat yang mengguncang Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh
Jumlah korban tewas belum jelas hingga saat ini, kebanyakan inromasi yang mengatakan jika 5 orang tewas/meninggal, 2 orang hilang dan 70 orang luka-luka.
Semoga tidak terus bertambah #Prayforaceh

Uya Kuya Vs Jimmy Santos in Eat Bulaga Pinoy Henyo International Edition




Moment yang lucu dan menegangkan ketika Uya Kuya dan Jimmy Santos bermain tebak-tebakan kata di Eat Bulaga Pinoy Henyo International Edition. Uya Kuya tampil efisien dan cerdas.

Lagu Rap "Sayur Lodeh" by Aaron Ashab



Lagu parodi ini sederhana, namun karena lucu dan dibuat dengan editing video yang lumayan, akhirnya bisa jadi hit di Youtube.

This is a Sayur Lodeh Song from Tim Pintar eat bulaga SCTV, these 2 girls who destine to guess a word "SAYUR LODEH" but have difficulties in the process. enjoy!

Nota Keberatan (Eksepsi) Luthfi Hasan Ishaaq (Full Video)




Akun PKS Sumut di Youtube merilis eksepsi atau nota keberatan Luthfi Hasan Ishaaq yang dibacakan para penasehat hukumnya.



Luthfi Hasan Ishaaq Tuding KPK Mengadili Dengan Opini Publik

Terdakwa perkara dugaan korupsi dan pencucian uang dalam proses
pengurusan kuota impor daging di Kementerian Pertanian, Luthfi Hasan
Ishaaq, menuding Komisi Pemberantasan Korupsi telah mengadili dirinya
dengan opini publik yang dengan sengaja digiring KPK.

Demikian eksepsi atau nota keberatan yang disampaikan penasehat hukum
Luthfi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (1/7.
Penasehat hukum terdakwa, Muhammad Assegaf, mengatakan dalam merilis
berita ke publik, KPK dianggap menggunakan "stereotyping" (prasangka
subyektif) dan "labelling" (pemberian cap) terhadap diri terdakwa dan
Partai Keadilan Sejahtera yang dipimpin terdakwa.

KPK juga dianggap membuat kerangka opini terhadap kasus yang sedang
ditangani. "Hal itu jika benar terjadi, sungguh sangat berbahaya
karena merupakan peradilan opini di luar proses hukum dengan
menggunakan kekuatan pengaruh media massa atau trial by the press,"
kata Assegaf.

Assegaf menyatakan, perkara ini sebenarnya hanya berangkat dari secuil
fakta yang dibesar-besarkan KPK seolah menjadi pemberitaan dan drama
yang luar biasa. Kunci yang digunakan KPK adalah dengan menonjolkan
unsur perempuan dalam kasus itu.

"Dengan cepat, berita soal Ahmad Fathanah dan perempuan berubah
menjadi drama yang luar biasa. Kesan pembunuhan karakter menjadi nyata
sebagai rencana dan atau skenario," papar Assegaf.

Akhirnya, Luthfi yang tak terkait perempuan-perempuan Fathanah,
dicitrakan sebagai sosok jahat yang suka bermain perempuan. "Inilah
yang disebut sebagai festivalisasi penegakan hukum. Menonjolkan suatu
tontonan murahan supaya publik tertarik pada kasus ini," kata Assegaf.
(Sumber: Endonesia.com)


++++++++
Luthfi Kecam KPK Soal Motif Nonhukum Dalam Perkara Dirinya

Penasehat hukum Luthfi menganggap telah ada "motif di luar hukum"
dalam menjadikan kliennya sebagai terdakwa oleh penyidik Komisi
Pemberantasan Korupsi. Demikian disampaikan dalam pembacaan eksepsi
atau nota keberatan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi,
Jakarta, Senin (1/7/2013).

Motif itu jelas terbaca, kata penasehat hukum, misalnya ketika dalam
berita acara pemeriksaan milik Yudi Setiawan, disebutkan politisi dari
partai lain, namun dalam surat dakwaan yang disebutkan hanya politisi
PKS.

Di pemberitaan online, motif nonhukum juga terbaca karena sebagian
pemberitaan lebih mengedepankan Luthfi sebagai Presiden PKS daripada
sebagai pribadi. "Kenyataan ini adalah petunjuk kuat adanya upaya
sistematis untuk menghancurkan partai Islam bernama PKS," kata
Zainudin Paru, penasehat hukum terdakwa lainnya.

Eksepsi Luthfi lebih banyak memuat soal penggunaan media dalam
publikasi KPK dan kritik terhadap posisi KPK dalam penegakan hukum.
Dari 76 halaman eksepsi, porsi terkait materi dakwaan sekitar 26
halaman.

Menanggapi dakwaan kesatu terkait tindak pidana korupsi, penasehat
hukum terdakwa keberatan jika kliennya dalam perkara tersebut
berpredikat sebagai penyelenggara negara atau pegawai negeri.
"Terdakwa sebagai anggota DPR adalah penyelenggara negara namun tidak
ada hubungannya dengan dakwaan, sebab kita ketahui tugas DPR adalah
legislasi, anggaran, dan pengawasan," kata Zainudin Paru.

Luthfi juga keberatan dengan tuduhan memperdagangkan pengaruh atau
"trading in influence". Mengutip pendapat pakar hukum pidana Romli
Atmasasmita, perbuatan mempengaruhi tidak dikenal dalam tipikor.
"Mempengaruhi bukanlah merupakan tindak pidana," papar Zainudin.

Memperdagangkan pengaruh, menurut penasehat hukum terdakwa, belum
dikenal dalam dunia penegakan hukum di Indonesia. "Yang jelas bukan
merupakan perbuatan yang dapat dipidana menurut hukum yang berlaku di
Indonesia," begitu kata penasehat hukum.

Soal dakwaan kedua dan ketiga dengan Undang-Undang Tindak Pidana
Pencucian Uang (TPPU), KPK tak berhak menggunakan UU TPPU No 15 tahun
2002 dan UU TPPU No 25 Tahun 2003. Alasannya, dalam UU tersebut tak
disebutkan KPK berwenang menyidik perkara TPPU. KPK baru diberi
kewenangan menyidik TPPU dengan UU TPPU No 8 Tahun 2010.

Terkait dakwaan keempat dan kelima yang menggunakan UU TPPU yang baru
yaitu No 8 Tahun 2010, kubu Luthfi tetap keberatan. Keberatan terutama
karena rumusan dakwaan sama sekali tak menyebutkan tindak pidana asal
atau predicate crime.

"Tindak pidana pencucian uang merupakan variabel akibat dari tindak
pidana asal, tidak ada kejahatan pencucian uang tanpa ada tindak
pidana asal. Logika hukumnya, apa yang mau dicuci jika tak ada
kejayatan yang melatarbelakangi," kata penasehat hukum, Sholeh Amin.

Kemarin, Ahmad Fathanah dalam sidang terpisah juga mengajukan eksepsi
yang disampaikan penasehat hukumnya. Senada dengan eksepsi Luthfi,
penasehat hukum Fathanah menekankan bahwa pengadilan tak berhak
mengadili kliennya. Kedua terdakwa memohon agar eksepsi mereka
dikabulkan dan bisa dibebaskan dari segala dakwaan. (Sumber: Endonesia.com)

ICW Rilis 36 Caleg Tidak Pro Pemberantasan Korupsi



ICW Rilis 36 Caleg Tidak Pro Pemberantasan Korupsi
Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis 36 nama anggota dewan yang diragukan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi. 36 nama ini merupakan calon legislatif 2014.Menurut salah satu anggota dewan yang namanya dirilis ICW menyebutkan ICW galau dan kehilangan kepercayaan dari masyarakat.

Jokowi Menjadi Presenter Berita Liputan 6 di SCTV



Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan didapuk menjadi pembaca berita di Liputan 6 SCTV. Simak videonya bagaimana Jokowi mengatasi keteangan sebagai presenter.

Jokowi Minta Izin Presiden Untuk Kelola Bangunan Tua di Jakarta



Rekaman dialog Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta, dengan mahasiswa UPH.

Keindahan Alam Indonesia Dalam Klip Video "Ibuku Bumi" Krishna Encik Widiyanto

24 Hours on Earth from Eddy Hasby on Vimeo.

24 Hours on Earth
- 24 Jam di Bumi-

Timelapse Theater
Closing Ceremony Ring of Fire Exhibition

Kompas Photographers Collaboration
Agung Setyahadi-Agus Susanto-Amir Sodikin-Aryo Wisangeni-Eddy Hasby-Iwan Setyawan-
Lucki Pransiska-Rony A Nugroho-Totok Wijayanto-Yuniadhi Agung


Tmelapse location in Indonesia
Kerinci-Dempo-Toba-Lokon-Egon-Rokatenda-Merapi-Rinjani-Tambora-Guntur-Galunggung
-Ijen-Bromo-Dieng-Sumbing-Bajawa-Maninjau-Padang-Singkil-Labuan Bajo-Penataran
-Ranu Kumbolo-Lembang-Ratu Boko-Bandung-Yogyakarta-Besoa-Matano


Song titles
Ibuku Bumi

Song by
Krishna Encik Widiyanto
Lyric
Bambang Paningron
Music composer
Sa'Unine String Orchestra


Tersaji video yang diedit Eddy Hasby tentang keindahan alam dan gunung di Indonesia.

Maher Zain feat. Fadly "Padi" - Insha Allah



Maher Zain feat. Fadly "Padi" - Insha Allah

Video Klip Lagu Ramadan oleh Maher Zain





Maher Zain dalam lagu Ramadan | Official Music Video
Suara yang jernih dipadu dengan aransemen yang lambat dan cenderung syahdu, membawa kita untuk segera menyambut Ramadhan yang sebentar lagi akan datang. Bagaimana komentar Anda dengan lagu ini? Apa persiapan Anda menyambung Ramadhan kali ini? Let's discuss!

Penerima BLSM di Brebes: Naik Motor dan Pakai Emas



Penerima BLSM di Brebes: Naik Motor dan Pakai Emas [30 Juni 2013]

Komentar Thamrin Amal Tomagola tentang insiden penyiraman air teh oleh Munarman (JuBir FPI)



Komentar Thamrin Amal Tomagola tentang insiden penyiraman air teh oleh Munarman (JuBir FPI).

Behind the Scene - Leher Angsa (2013)



Behind the Scene - Leher Angsa (2013) | Lukman Sardi, Ringgo Agus Rachman. Director: Ari Sihasale

Titik Api Padam, Kabut Asap Masih Selimuti Riau



Titik Api Padam, Kabut Asap Masih Selimuti Riau [30 Juni 2013]

Hasil Uji Kecepatan Akses Internet Firstmedia Menggunakan Speedtest

Berikut ini saya sampaikan hasil uji kecepatan akses internet menggunakan firstmedia. Sebagai informasi, firstmedia memiliki paket akses internet sekaligus akses tv kabel. Paket yang kami uji ini adalah paket yang harganya Rp 280.000 per bulan (belum termasuk pajak dan biaya administrasi pembayaran, total jika sudah termasuk pajak dll sekitar Rp 313.000)

Lokasi pengetesan di rumah kawasan Ciledug, Tangerang, Banten, dengan menggunakan macbook air prosesor i5 dan koneksi ke macbook menggunakan wifi.

Hasil Test:
Download speed: 2,09 Mb/s (misall jika anda ingin browsing web, maka istilahnya download)
Upload speed: 0,20 Mb/s (misal jika anda ingin mengupload gambar di flickr).




Dengan speed download seperti itu, maka tak ada hambatan jika digunakan untuk menonton tv online live, apalagi jika hanya untuk mengakses youtube. Firstmedia termasuk stabil dibanding provider internet manapun. (amr)

Jubir FPI Munarman Siram Sosiolog Thamrin Amagola Saat Diskusi di TV One




Jubir FPI Munarman Siram Air ke Wajah Guru Besar UI
Tayangan langsung program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne mendadak hangat diperbincangkan. Lantaran salah satu narasumber, yakni juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman tiba-tiba menyiramkan air ke wajah Sosiolog sekaligus Guru Besar Universitas Indonesia Tamrin Amal Tomagola.

Kejadian pada Jumat (28/6/2013) pagi ini bermula saat Munarman dan Tamrin berdebat tentang sweeping ormas ke tempat-tempat hiburan di Jakarta saat bulan Ramadan.

Di tengah pembicaraan, dialog Munarman-Tamrin semakin panas. "Anda diam. Anda diam kalau saya ngomong," teriak Munarman ke Tamrin.

Tak diduga, tiba-tiba Munarman menyiramkan air minum dari gelas di atas meja ke arah Tamrin. Suasana semakin tegang. Hal ini langsung heboh di Twitter. Sejumlah netizen berkicau. Bahkan ada yang menyebar foto dan video saat insiden penyiraman terjadi.

Disiram Munarman, tak membuat Tamrin geram. Padahal banyak orang geram melihat perlakuan Munarman padanya, termasuk para kerabat di kampung halaman.

"Saya kira saya tidak mau melayani preman. Saya tidak mau membalas dengan kekerasan juga," ujar Tamrin kepada Liputan6.com. "Walaupun saudara saya dari kampung bilang, 'Kenapa kamu nggak balas?' Tapi saya nggak mau. Nanti saya sama seperti preman," ucap Tamrin.

Sementara, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Habib Salim Al Attas mendukung tindakan Munarman tersebut. Habib yang akrab disapa Habib Selon itu menilai tindakan Munarman sudah tegas. "Jadi bagus Pak Munarman. Tegas itu." Kata Habib Selon saat berbincang dengan Liputan6.com.

Pihak tvOne menegaskan, tidak ada lagi perselisihan setelah acara itu ditutup. "Tidak ada perselisihan lanjutan setelah ada perbedaan sedikit pandangan. Kami tvOne, Prof Tamrin dan Pak Munarman, sepakat tidak ada lagi lanjutan," kata Wakil Pemimpin Redaksi tvOne, Totok Suryanto dalam perbincangan dengan Liputan6.com. (Riz/Ism)
Sumber: http://news.liputan6.com/read/624896/video-jubir-fpi-munarman-siram-air-ke-wajah-guru-besar-ui



Komnas HAM: Siram Air ke Tamrin, Munarman Tidak Siap Berdemokrasi
Aksi penyiraman air minum oleh Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman ke wajah sosiolog sekaligus guru besar Universitas Indonesia, Tamrin Amal Tomagola, sangat disayangkan oleh berbagai pihak. Komnas HAM menilai, Munarman tidak siap untuk berdemokrasi.

"Ini menunjukkan kalau dia (Munarman) tidak siap untuk berdemokrasi," kata Komisioner Bidang Koordinasi Sub Komisi Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Roichatul Aswidah, di Kantor Komnas HAM, Jumat (28/6/2013).

Akan tetapi, Roichatul tidak dapat memberikan komentar lebih dalam atas aksi penyiraman tersebut karena ini merupakan permasalahan personal yang tidak masuk ke dalam permasalahan lembaganya. Akan tetapi, lanjutnya, kecenderungan tindak kekerasan di Indonesia sudah saatnya harus dihentikan.

Meski demikian, Roichatul mengatakan, menindak aksi kekerasan tidak harus mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ormas. Menurutnya, untuk penindakan tersebut, telah ada aturan hukum yang berlaku.

"Itu yang saya katakan, tapi itu tidak bisa menjustifikasi RUU Ormas harus disahkan karena kekerasan itu sudah memiliki instrumen KUHP. Bahwa negara kita harus tegas tehadap kekerasan oleh organisasi dan individu," ujarnya.

Munarman menyiram wajah Tamrin Amal Tomagola saat acara talk show yang disiarkan langsung oleh TV One, Jumat pagi tadi. Kejadian ini bermula adanya perbedaan pendapat antara keduanya tentang sweeping yang kerap dilakukan ormas-ormas terhadap tempat hiburan malam pada saat menjelang puasa dan Lebaran.

Saat Munarman bicara, Tamrin memotong ucapan Munarman sambil menunjuk wajah Jubir FPI tersebut. Tiba-tiba saja, Munarman mengambil gelas berisi air di depannya dan menyiramkan isinya ke wajah Tamrin.

Aksi Munarman ini langsung menghebohkan para pengguna Twitter. Sejumlah pengguna Twitter langsung berkicau mengecam tindakan tidak terpuji ini. Bahkan, ada yang menyebar foto dan video saat insiden penyiraman terjadi.

Selain itu, muncul hashtag yang bertuliskan #TangkapMunarman pada media sosial tersebut. Menanggapi perlakuan yang diterimanya oleh Munarman, Tamrin mengaku tidak ingin ambil pusing, ia mengatakan agar masyarakat yang menilainya. "Saya tidak mau melayani preman," ujarnya.
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2013/06/28/1336470/Komnas.HAM.Siram.Air.ke.Tamrin.Munarman.Tidak.Siap.Berdemokrasi




Munarman Siram Air ke Tamrin, Mendikbud: Jelas Tak Mendidik!

Insiden penyiraman air yang dilakukan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman ke wajah Sosiolog sekaligus Guru Besar UI Tamrin Amal Tomagola juga dikecam Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. Ia menilai hal itu tidak pantas dilakukan karena tidak mendidik.

"Jelas tidak (mendidik). Boleh kita beda pendapat, tapi kalau hal seperti itu sudah tidak pada tempatnya," kata M Nuh di Gedung Kemendikbud, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2013).

Sekali lagi, M Nuh menegaskan, tindakan Munarman sama sekali tidak mendidik. M Nuh berharap jangan sampai peristiwa yang ditonton banyak masyarakat itu terulang lagi. "Justru kita itu perlu jaga (hal) seperti itu, apalagi itu disiarkan. Kalau sudah mengarah ke fisik, tidak boleh dilakukan," cetus mantan Rektor ITS ini.

Insiden penyiraman terjadi dalam acara 'Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne' Jumat pagi. Dalam acara tersebut, turut hadir narasumber dalam wawancara lewat telepon dari pihak kepolisian, Karopenmas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

Disiram air, tak membuat Tamrin marah. Padahal banyak orang geram melihat perlakuan Munarman kepadanya, termasuk para kerabat di kampung halaman.

"Saya kira saya tidak mau melayani preman. Saya tidak mau membalas dengan kekerasan juga," ujar Tamrin kepada Liputan6.com. "Walaupun saudara saya dari kampung bilang, 'Kenapa kamu nggak balas?' Tapi saya nggak mau. Nanti saya sama seperti preman," ucap Tamrin.

Munarman tidak menyesal telah menyiramkan segelas air kepada Tamrin . Bagi Munarman, Tamrin layak mendapat perlakuan seperti itu.

"Saya kira layak dia mendapat perlakuan seperti itu. Orang sedang bicara tiba-tiba dipotong. Apalagi, argumennya itu tidak mendasar," kata Munarman dalam perbincangan dengan Liputan6.com.

Pihak tvOne menegaskan, tidak ada lagi perselisihan setelah acara itu ditutup. "Tidak ada perselisihan lanjutan setelah ada perbedaan sedikit pandangan. Kami tvOne, Prof Tamrin Tomagola dan Pak Munarman, sepakat tidak ada lagi lanjutan," kata Wakil Pemimpin Redaksi tvOne, Totok Suryanto dalam perbincangan dengan Liputan6.com. (Riz/Ism)
Sumber: http://news.liputan6.com/read/625208/munarman-siram-air-ke-tamrin-mendikbud-jelas-tak-mendidik


Siram Air ke Thamrin, Munarman Puas

Juru bicara Front Pembela Islam Munarman mengaku puas atas perbuatannya menyiram air ke ke sosiolog UI Thamrin Tamagola di tengah tayangan langsung di TV One tadi pagi. "Biar dia itu ngomongnya lebih sopan. Itu pelajaran buat dia," ujarnya ketika dihubungi Tempo, Jumat, 28 Juni 2013.

Meski perbuatannya banyak mendapat kecaman, Munarman mengaku tidak menyesali perbuatannya itu. Ia juga tidak akan meminta maaf. Munarman mengatakan, ia jengkel atas sikap Thamrin yang sering memotong argumennya ketika bicara.

Sebelumnya Munarman dan Thamrin menjadi pembicara dalam dialog Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One. Di tengah acara, saat berdebat tentang sweeping di bulan Ramadan, tiba-tiba Munarman menyiramkan air teh ke Thamrin.

Thamrin mengatakan bahwa sebenarnya dia tidak ingin dipanel dengan Munarman. Pasalnya, ia tahu bahwa tokoh FPI itu sering melakukan kekerasan bila pendapatnya tidak disetujui orang lain. Di lain pihak, TV One pun tidak pernah memberitahu bahwa dirinya akan dipanel dengan Sunarman. Ia terpaksa menerima karena sudah terlanjur datang ke Gedung Nusantara, tempat berlangsungnya acara. "Kalau tahu dipanel dengan Munarman, saya tak akan datang," katanya.
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/06/28/078491980/Siram-Air-ke-Thamrin-Munarman-Puas